Kitab Wasiat Soe Hok Gie

:karya ini terinspirasi dari sisi sentimental seorang GIE

pada akhirnya, kita semua tahu. dan aku tidak perlu mengajarkan apa-apa padamu. lampu-lampu temaram, semakin kelam. jauh tidak menyuluhi jalanan kita. sekolah yang kita bangunkan dari lumpuran hitam, menanti rebah mencium tanah merah.

berderak-derak, langkahan buta memijak. sedang lantai masih basah, disemen bancuhan konkrit ampuh. apa lagi yang ada? sedang semuanya menanti runtuh?

kita yang di sini, tak hentinya bertanya, "kemarilah, mati!" dan tangan lunglai melambai, menjemput dalam tinta kita yang terakhir.

inilah, yang telah tertulis pada kita-kita yang tahu. sebuah wasiat yang dikitabkan, berakhir di tangan sang pendomba luka. mencanangkan perjuangan, cinta dan kematian kita.

dan pada akhirnya, kita semua tahu. semua harap-harap, berselerakan di kaki hampa. hiduplah kebodohan, yang kita benahkan di antara dada-dada kosong. sedang sebuah keabadian itu ternyata bukan lagi keperluan...*Zu



Gadget

Kandungan ini tidak tersedia melalui sambungan tersulit.