Memaparkan catatan dengan label Nick Cave. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Nick Cave. Papar semua catatan
Ulas Album: The Boatman's Call

Jadi beginilah derita cinta. Sebenarnya ia derita yang paling indah bila digambarkan. Mungkin kerana kita mengangkat ‘cinta’ antara lelaki dan wanita itu sebagai sesuatu yang paling indah berbanding cinta-cinta lain. Bagaimana indah sekalipun cinta sang Buddha kepada semua makhluk sentien tidak akan seindah cinta saya kepada Farah. Saya menimbangkan ini sambil mendengar Nick Cave menyanyikan Into My Arms dan berfikir bila agaknya si eksentrik ini akan bunuh diri. Terbayangkan Nick menghentakkan kepalanya ke piano, piano berdarah dan semua kekuncinya merah.
Maaf jika gambaran saya agak kasar. Jika saya cuma ada pilihan antara marah dengan sedih akan saya pilih keduanya. Itulah Nick Cave. Demi masa, jika anda tidak pernah mendengar Nick Cave anda berada dalam golongan yang rugi.
Langgan:
Catatan (Atom)
Blog Archive
-
▼
2016
(8)
- ► April 2016 (1)
- ► Januari 2016 (1)
-
►
2015
(8)
- ► Disember 2015 (1)
- ► Julai 2015 (1)
- ► April 2015 (2)
-
►
2014
(1)
- ► Oktober 2014 (1)
-
►
2013
(12)
- ► Disember 2013 (3)
- ► September 2013 (1)
- ► Januari 2013 (2)
-
►
2012
(14)
- ► Disember 2012 (3)
- ► November 2012 (2)
- ► Oktober 2012 (6)
- ► September 2012 (3)
-
►
2011
(9)
- ► Disember 2011 (1)
- ► November 2011 (3)
- ► September 2011 (1)
-
►
2010
(33)
- ► Disember 2010 (1)
- ► Oktober 2010 (1)
- ► September 2010 (1)
- ► Julai 2010 (1)
- ► April 2010 (15)
Tentang NP
NP ialah sebuah majalah blog yang cuba menerapkan bahan-bahan penulisan sastera, budaya dan masyarakat terutama oleh penulis-penulis bebas dan baru. Anda juga boleh menyumbang hasil penulisan anda dengan menghantar ke: naskahpercuma@gmail.com