Memaparkan catatan dengan label Rahmat Jabaril. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Rahmat Jabaril. Papar semua catatan
Rahmat Jabaril dan Ruh Chairil
Apa yang kau temukan ketika membaca buku kumpulan puisi dari seorang penyair yang pertama kali kau dengar namanya? Apakah perenungan, kekaguman, atau cuma sejumlah tanya yang bertalu-talu meninju akal yang yang sentiasa dahaga pada yang bernama Jawapan? Seorang pembaca yang baik, yakni pembaca yang tidak masuk neraka orang-orang tolol, seharusnya sentiasa merespon apa yang dibacanya, selain berusaha menggugat kekaguman melulu pada blurb bombastis sebuah buku, kalaupun ianya adalah kebenaran (oh, janganlah saya dilabel skeptis kerana kenyataan ini).
Tidaklah bertemu bulan yang dikhabarkan indah oleh penyair-penyair putus cinta itu jika kau sendiri tidak berani mendongak menentang bulan yang, oh, ternyata begitu hodoh kelihatan dari jendela kamarmu yang busuk oleh pengap bau rokok. Kerana fahaman dangkal ini juga, yang saya temukan entah dari mana, saya tanpa malu-malu menanyakan terus persoalan-persoalan yang saya temukan, misalnya ketika membaca buku kumpulan puisi “Patah” karya Rahmat Jabaril. Tentu saja saya tidak ke Bandung tanah kelahiran si pelukis juga penyair itu, tapi cuma “bertemunya” di laman sosial Facebook. Mujurlah.
Tidaklah bertemu bulan yang dikhabarkan indah oleh penyair-penyair putus cinta itu jika kau sendiri tidak berani mendongak menentang bulan yang, oh, ternyata begitu hodoh kelihatan dari jendela kamarmu yang busuk oleh pengap bau rokok. Kerana fahaman dangkal ini juga, yang saya temukan entah dari mana, saya tanpa malu-malu menanyakan terus persoalan-persoalan yang saya temukan, misalnya ketika membaca buku kumpulan puisi “Patah” karya Rahmat Jabaril. Tentu saja saya tidak ke Bandung tanah kelahiran si pelukis juga penyair itu, tapi cuma “bertemunya” di laman sosial Facebook. Mujurlah.
Langgan:
Catatan (Atom)
Blog Archive
-
▼
2016
(8)
- ► April 2016 (1)
- ► Januari 2016 (1)
-
►
2015
(8)
- ► Disember 2015 (1)
- ► Julai 2015 (1)
- ► April 2015 (2)
-
►
2014
(1)
- ► Oktober 2014 (1)
-
►
2013
(12)
- ► Disember 2013 (3)
- ► September 2013 (1)
- ► Januari 2013 (2)
-
►
2012
(14)
- ► Disember 2012 (3)
- ► November 2012 (2)
- ► Oktober 2012 (6)
- ► September 2012 (3)
-
►
2011
(9)
- ► Disember 2011 (1)
- ► November 2011 (3)
- ► September 2011 (1)
-
►
2010
(33)
- ► Disember 2010 (1)
- ► Oktober 2010 (1)
- ► September 2010 (1)
- ► Julai 2010 (1)
- ► April 2010 (15)
Tentang NP
NP ialah sebuah majalah blog yang cuba menerapkan bahan-bahan penulisan sastera, budaya dan masyarakat terutama oleh penulis-penulis bebas dan baru. Anda juga boleh menyumbang hasil penulisan anda dengan menghantar ke: naskahpercuma@gmail.com