Memaparkan catatan dengan label Distorsi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Distorsi. Papar semua catatan

MenuIis Puisi, Meraikan Kehidupan


Jika kamu berharap menemukan tips-tips untuk menulis puisi yang bagus untuk dimuatkan dalam majalah DBP sila berhenti membaca tulisan ini sekarang juga. Kerana yang menulis ini sendiri, selama bergelar manusia tidak pernah tulisannya dimuatkan dimana-mana majalah DBP. Untuk apa juga kau memuatkan puisi di dalam majalah yang telah sekian lamanya gagal menjadi medium penggerak perkembangan puisi, sebagaimana seharusnya. Atau barangkali dengan mengirim puisi di dalam majalah itu, lalu akhirmya dimuatkan, menjadi tanda ukur yang membuat kamu fikir kamu telah berhasil menuliskan puisi? Mempertimbangkan pembaca sebagai medium untuk menilai sesebuah puisi tidak salah sama sekali. Tidak berdosa. Bahkan itu adalah proses dalam penulisan. Lain halnya jika ia menjadi tujuan. Mempertimbangkan pembaca sebagai tujuan, bukan saja si pengarang telah melakukan bunuh diri kreatif sia-sia dengan menyempitkan ruang gerak kreativitinya, tapi juga bakal dikutuk-sumpahi Dewi Puisi, blasphemer yang melayakkannya menghuni neraka tingkat 12. Di sini aku dirusuh tanya; lalu untuk apa menuliskan puisi?